Ketua DPP GNI, Rules Gajah, S.Kom, Apresiasi Kegiatan Pemuda-Pemudi Islam Kota Barus Raya dalam Pelestarian Sejarah Islam
Barus, 20 November 2024** – Ketua DPP Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gajah, S.Kom, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh pemuda-pemudi Islam Kota Barus Raya dalam rangka pelestarian peninggalan sejarah Islam di Kota Barus. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan kembali situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Islam di Indonesia, khususnya yang ada di Barus.
Kota Barus, yang dikenal sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan masuknya Islam di Nusantara. Barus merupakan titik awal penyebaran Islam di kawasan Sumatera Utara dan bahkan di beberapa bagian Asia Tenggara pada masa lampau. Oleh karena itu, pelestarian situs-situs sejarah Islam di daerah ini menjadi penting, baik untuk generasi sekarang maupun untuk masa depan.
Dalam pernyataannya, Rules Gajah, S.Kom mengungkapkan rasa bangga dan penghargaan yang mendalam atas partisipasi aktif pemuda-pemudi Islam Kota Barus Raya. "Saya sangat mengapresiasi semangat dan komitmen yang ditunjukkan oleh pemuda-pemudi Islam di Kota Barus Raya. Mereka tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga menyadarkan kita semua tentang pentingnya melestarikan budaya dan sejarah yang ada di sekitar kita. Kegiatan ini sangat penting, tidak hanya untuk generasi saat ini tetapi juga untuk generasi yang akan datang,"** ujar Rules Gajah.
Pelestarian Sejarah sebagai Wujud Cinta Tanah Air
Kegiatan yang dilakukan oleh pemuda-pemudi Islam Kota Barus Raya ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, budayawan, serta pelajar dan mahasiswa setempat. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah **pembersihan dan perawatan situs-situs bersejarah**, seperti makam-makam tua yang memiliki nilai historis tinggi. Selain itu, mereka juga melakukan **penelitian dan dokumentasi** tentang sejarah Islam di Barus untuk menghasilkan bahan edukasi yang dapat digunakan oleh generasi muda dalam memahami pentingnya sejarah bangsa.
**"Pelestarian peninggalan sejarah ini sangat penting untuk membangkitkan rasa cinta tanah air dan rasa bangga terhadap warisan budaya kita. Melalui kegiatan ini, kita juga mengajarkan kepada generasi muda tentang betapa berharganya sejarah Islam di Indonesia, terutama di Kota Barus sebagai bagian dari sejarah peradaban Islam di dunia,"** lanjut **Rules Gajah**.
Harapan untuk Kelanjutan Kegiatan
Sebagai bagian dari dukungannya, Rules Gajah, S.Kom juga berharap agar kegiatan pelestarian sejarah ini tidak berhenti begitu saja. Ia berharap agar gerakan yang dimulai oleh pemuda-pemudi Islam Kota Barus Raya ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk lebih peduli terhadap pelestarian warisan sejarah mereka.
"Saya berharap kegiatan yang dipimpin oleh Tuan Rahmad Fauzi Hasibuan, yang dikenal dengan sebutan 'Santri Jalan', terus berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga tim ini selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat dalam menjalankan program-program pelestarian yang bermanfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. Ini adalah langkah positif untuk menjaga akar sejarah kita,"** tutup **Rules Gajah**.
Dukungan Masyarakat dan Keberlanjutan Program
Masyarakat Barus menyambut baik kegiatan ini, dan banyak warga yang turut serta dalam berbagai aktivitas, seperti pembersihan makam dan penyuluhan tentang sejarah Islam. Para warga berharap agar lebih banyak generasi muda yang tertarik untuk bergabung dalam kegiatan pelestarian ini. Mereka menyadari bahwa menjaga warisan sejarah bukan hanya tugas sekelompok orang, tetapi tugas bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami bangga dengan adanya inisiatif dari pemuda-pemudi Islam Kota Barus ini. Mereka adalah pemimpin masa depan yang sadar akan pentingnya sejarah. Kami siap mendukung penuh kegiatan ini agar terus berkembang dan bermanfaat bagi generasi berikutnya, ujar Pak Amir, seorang tokoh masyarakat setempat.
Dengan semangat dan kerjasama yang kuat antara generasi muda, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan kegiatan pelestarian peninggalan sejarah Islam ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Barus dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. (Gajah)
0 Komentar